Sumbawa Besar, NTB — Personel Bhabinkamtibmas Polsek Buer terus bergerak aktif melakukan pendampingan kepada para petani guna menyukseskan program ketahanan pangan pemerintah. Pada Selasa pagi (03/02/2026), Bhabinkamtibmas Desa Tarusa, Bripka Heriyanto, melaksanakan giat sambang dan silaturahmi langsung ke lahan pertanian milik warga di kawasan Watasan Blok Palung, Desa Tarusa, Kabupaten Sumbawa.
Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Buer Iptu Totok Ari Suwondo mengungkapkan bahwa kehadiran Polri di tengah para petani merupakan wujud kepedulian terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa setiap jengkal lahan produktif di desa binaan dapat dikelola dengan maksimal. Pendampingan ini bukan hanya soal keamanan, tapi juga memberikan dorongan moril kepada petani agar hasil panennya nanti mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga sekaligus memperkuat kedaulatan pangan di tingkat desa,” ujarnya.
Dalam kunjungan yang berlangsung pukul 09.40 WITA tersebut, Bripka Heriyanto meninjau lahan jagung seluas 5.000 meter persegi (50 Are) milik Bapak Abd Wahab. Lahan yang sebelumnya merupakan kebun kosong tersebut kini telah produktif dengan tanaman jagung yang memasuki usia tanam sekitar 30 hari.
Bhabinkamtibmas berdialog santai dengan Bapak Abd Wahab sambil memantau kondisi kesuburan tanaman. Petugas memberikan motivasi agar pemilik lahan tetap konsisten dalam merawat tanaman, terutama dalam hal pembersihan gulma dan pemupukan yang tepat waktu agar pertumbuhan jagung tetap stabil hingga masa panen tiba.
Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat setempat. Bapak Abd Wahab merasa terbantu dengan kehadiran polisi yang peduli terhadap aktivitas pertanian warga. Melalui sinergi antara Polri dan masyarakat, diharapkan program ketahanan pangan di Desa Tarusa dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan taraf hidup para petani.
Hingga kegiatan berakhir, situasi di wilayah perkebunan Desa Tarusa terpantau aman dan kondusif. Semangat gotong royong antara petugas dan warga menjadi kunci utama dalam mewujudkan desa yang mandiri secara pangan. (MA)










